Minggu, 25 Februari 2018

Semakin Produktif dengan Membiasakan Sarapan Setiap Pagi



Sejak kecil saya selalu diajarkan untuk sarapan sebelum berangkat sekolah, saya masih ingat waktu itu saya masih kelas 1 SD, dan disuapi mbah uti tepat didepan rumah sambil melihat teman-teman yang berangkat. Saya heran mendengar cerita teman saya bahwa ada beberapa yang tidak sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah yang ada dibayangan saya, pasti merek menahan lapar ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, bahkan ada beberapa mereka yang mengatuk. Saya tidak merasakan sedikit hal-hal diatas, dengan itulah saya semakin sadar pentingnya sarapan sebelum memulai aktifitas setiap harinya, dan hingga tulisan ini dibuat saya masih rutin mengerjakannya.

Rutinias Sarapan ketika Masih Sekolah

Saya berasal dari Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bisa dibilang sejak SD sampai SMK saya tidak pernah meninggalkan sarapan, kecuali saat puasa pastinya. Dari hampir dari seluruh kegiatan sarapan tersebut saya lakukan dirumah, karena memang sebelum saya bangun ibu / mbah uti saya sudah menanak nasi, atau kadang beli nasi pecel dari tetangga yang rasanya waw sekali, bahkan saya minta dibelikan 2 bungkus.

Perubahan Pola Sarapan

Ketika belajar di perguruan tinggi saya memutuskan untuk hijrah ke Daerah Istimewa Yogyakarta, saat itu tahun 2011. Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi anak kost, dan karena adalah wilayah baru, saya cukup kesulitan menemukan makanan yang cocok untuk menjadi santapan ketika sarapan. Ada juga sih menu yang cukup enak dan cocok dengan lidah saya untuk sarapan, sayangnya harganya cukup waw, dan saat itu saya belum ada pemasukan melainkan, uang saku bulanan dari orang tua yang tentunya juga harus berhemat, baik untuk beli barang lain atau tabungan.

Kondisi berat lain untuk sarapan adalah ketika saya bangun kesiangan, ada beberapa mata kuliah yang jam kuliahnya pukul 07:00 , sama seperti sekolah saja. Itulah penyebab saya meninggalkan moment sarapan, dan akibatnya, saya mulai merasakan lapar disaat-saat yang tidak tepat, yaitu ketika kegiatan perkuliahan, bahkan ada beberapa yang menimbulkan rasa pusing, hal tersebut membuat saya tidak konsen ketika kegiatan perkuliahan, seolah-olah hanya absen, duduk, sambil menunggu kuliah selesai. Sarapanpun saya lakukan ketika jam kuliah selesai, bahkan bisa dibilang itu sudah saatnya makan siang.

Teringat ENERGEN

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=dGaq-5P5slQ

Saya teringat beberapa iklan di TV yang bisa menjadi opsi untuk sarapan instan baik dikala kepepet ataupun tidak. Opsi pertama adalah sereal, memang cukup enak dan kenyang karena ada tambahan susu, tapi dari hargan dan jumlah yang saya dapat, sepertinya belum cocok. Hingga moment menikmati ENERGEN untuk pertama kalinya. Harganya cukup murah sekitar Rp 3000-an.

sumber: http://www.energen.co.id

Ada banyak banget varian rasa yang tersedia di tiap sachetnya, seperi Jagung, Cokelat, Vanila, Kcang Hijau dan Jahe. Saya masih teringat varian rasa yang pertama kali saya rasakan , adalah "Vanila", Rasanya vanilanya cocok banget, pertama kali agak ane dengan sensasi seperi scrubnya, tapi enak sih :D. Disamping enak, rasa kenyangnya pun juga tahan saja, jelas saja sih, karena didalamnya ada : susu + sereal + telur + sigmavit. Selain membuat kenyang juga mempunyai kandungan nutrisi yang kita perlukan ketika melakukan aktifitas pagi. ENERGEN pun menjadi satu-satunya solusi ketika saya ingin sarapan secara instan, ketika di minimarket saya pastikan untuk melengkapi stok ENERGEN di kost agar selalu ada dan tidak pernah kehabisan, tentun saja rasa vanila yang saya beli.

Rasa Favorit ENERGEN

dari 5 varian rasa yang dimiliki ENERGEN sampai saat ini, baru 2 saja yang pernah saya nikmati, yakni "Vanilai dan Cokelat".

sumber : http://www.energen.co.id
Rasa cokelat telah merubah jalan ENERGEN saya, rasa ini lebih cocok di lidah dan perasaan saya, karena saya juga pecinta makanan minuman berbahan utama cokelat. Saya juga yakin, bagi kalian peinta cokelat, pasti akan langsung jatuh cinta dengan varian rasa ini. Tips agar semakin nikmat, pastikan suhu dan takaran air sudah cocok, dan aduk sampai benar-benar rata, jangan didiamkan lama, agar serelah tidak tenggelam, saat sereal masih melayang-layang di air, seruput dan nikmati kentalnya ENERGEN. Cocok banget untuk menjadi opsi "Minum Makanan Bergizi".

Mulai Terbiasa Sarapan Soto

Dulu saya menganggap soto hanyalah makanan yang cocok ketika siang dan malam saja. Tapi berkat Mudawil Qulub, kini saya sadar Soto di Jogja komposisinya berbeda dan sangat cocok untuk tempat sarapan. Saya ada tipe orang jika cocok pada suatu makanan, pasti keesokan harinya akan kembali ketempat itu dan terus mengkonsumsinya hingga bosan. ketika kuliah saya memiliki langganan soto, lokasinya dekat dengan kampus, jadi tiap pagi sebelum kuliah, pasti sarapan di tempat tersebut, sayangnya tempatnya semakin ramai dan berisik karena suara mesin disel yang ada di samping pasar.

Saya pun beralih ke Soto lainnya, lokasinya mash satu jalur dengan kampus. Bahkan hingga saat ini, saya pasti sarapan ditempat itu untuk hari senin sampai sabtu, karena minggu, meskipun tiap hari sarapan menu yang sama dan agak memutar dari kantor tempat saya bekerja, saya tak pernah bosan karena rasanya memang cocok.

Terimakasih Energen

ENERGEN adalah yang telah membantu memperbaiki pola sarapan saya ketika masa - masa pertama kuliah, varian rasa dan manfaatnya memang cocok bukan untuk saya, tapi untuk semua umat manusia. Sesuai dengan slogannya, energen menyediakan cara praktis untuk menikmati sarapan dan tetntu tidak meninggalkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tbuh untuk aktifitas di pagi hari.

Referensi 

  • Cover utama : https://www.youtube.com/watch?v=reZuoJsdGvw
  • Postingan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi blog dari Energen : https://www.instagram.com/p/BfZdtjyBJqV/?taken-by=energen_id

2 comments:

Distributor Kopi mengatakan...

Bagus Artikelnya, Menambah wawasan saya

Rental Mobil Malang | Sewa Mobil Malang mengatakan...

Artikel Bagus, Terus menulis dan berkarya. sekarang jarang update yaa ?

Posting Komentar