Kamis, 22 Juni 2017

Terimakasih Marimas


Ketika panas menyerang, yang pertama saya pikirkan adalah membuat minuman dingin dengan rasa jeruk, dan Marimaslah yang menjadi pilihan saya untuk mewujudkan hal tersebut. Marimas adalah minuman serbuk rasa buah yang sangat populer dikalangan teman-teman sepermainan saya. Hal itu tidak terjadi begitu saja, sudah lama saya mengenal Marimas, tepatnya sejak saya masih SD. Alasan memilih Marimas karena mudah ditemukan, harga yang murah dan rasa buahnya yang segar dengan takaran paling pas, tidak kemanisan dan tidak keasaman,  pokoknya pas porsinya buat lidah saya.

sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2016/08/17/298/1466295/ayo-belanja-ke-pasar-tradisional-ini-untungnya
Tiap ibu saya belanja ke pasar, saya tidak lupa untuk menitip dibelikan marimas satu renteng, dan saya masih ingat, tidak banyak varian rasa yang dibeli, kalo bukan jeruk, bisa jadi kombinasi jeruk dan stroberi. Selama mengkonsumsi Marima saya tidak pernah dibuat sakit karenanya, asalkan minumnya tidak berlebihan. Ibu saya juga tidak protes karena saya sering titip Marimas, karena terbukti marimas aman diminum setiap hari.

Nah diatas ada cerita masa kecil saya bersama Marimas ketika dirumah. Disamping itu saya juga punya cerita lain dengan Marimas ketika berada diluar, lebih sering kegiatan disekolah. Meskipun tidak tiap hari, saya sering membawa Marimas rsa jeruk yang dimasukan dibotol plastik bekas minuman mineral. Karena tidak langsung diminum, tetapi menunggu jam istirahat, maka Marimas sudah idak dingin lagi, namu rasa segar tidak hilang begitu saja dan masih bisa menghilangkan rasa dahaga yang saya rasakan ketika kegiatan belajar mengajar dan bermain bersama teman-teman. Ada kalanya juga ketika isra' mi'raj buka bersama di sekolah, saya dibawakan marimas jeruk juga, tapi kali ini ada didalam termos vacum mini, jadi dinginnya tetap terjaga.

sumber : http://rumahmepet-com.agenproperti.com/135901
Langsung skip ke kondisi ketika saya kuliah, disini untuk pertama kalinya saya merasakan kehidupan menjadi anak kos, dan sekaligus kehidupan tanpa TV dan tanpa Kulkas di rumah. Sebenarnya bisa saja saya mendapatkan TV dan Kulkas tapi tentunya dengan biaya tambahan, sedang saya memilih untuk mencari kos dengan biaya yang lebih murah dan menggunakan sisanya untuk ditabung untuk digunakan dikemudian hari. Sejak menjadi anak kos saya sangat sering duduk didepan layar monitor komputer, karena kuliah saya ada dijurusan Teknik Informatika, dan fokus di web developer, disamping itu saya juga seorang blogger, dan agar lebih fokus dikegiatan tersebut, maka saya tunda untuk membeli TV bahkan hingga sekarang, saat ini atau 5 tahun sejak pertama kali kuliah, saya sudah bekerja hampir 2 tahun di salah satu perusahaan swasta sebagai web developer.

Mari kembali kekehiduan kos. Sejak hari pertama saya terbiasa masak nasi sendiri, untuk kemudian membeli lauk untuk dikonsumsi pada siang dan malam hari, karena di kos saya tidak ada dapur dan kompor untuk memasak. Hingga setelah hampir satu tahun kos, saya memberanikan diri untuk makan diluar, tentu karena ajakan teman saya. Untuk pertama kali pula saya tahu istilah warung di Jogja yang disebut dengan "burjo", menunya sederhana tapi rasanya enak, murah dan bikin nagih, dan dari menu minumannya sebagian besar terdiri dari berbagai merek minuman sachet baik yang panas maupun dingin. Saat itu adalah suasana makan siang, saya piliah Marimas Anggur dingin. Cocok sekali, diluar panas tapi dibadang berasa adem. Wah Marimasnya habis, kesegaran dan kenikmatannya membuat saya ingin pesan lagi, dan akhirnya hal itupun terjadi. "Nyess", untuk kali ini saya sedotnya pelan-pelan, sambil menikmati tiap aliran air yang melewati lidah, rasa anggurnya berasa segarnya. Marimas memang bikin Adem dan  idak bikin batuk, jadi saya merasa nyaman menikmatinya.

Hingga hari-hari terus berlajut, ketika ingin menikmati Marimas, saya sempatkan untuk mampir keBurjo, mumpung posisi burjo tidak terlalu jauh dengan posisi kosan saya yang ke dua. Dan sekarang Marimas rasa anggur adalah pilihan favorit saya. Hingga suatu hari saya membeli sebuah dispenser yang bisa mengeluarkan air panas maupun dingin, makin lengkap kebutuhan dirumah, tidak lupa membeli Marimas di minimarket terdekat.

Terimakasih untuk Marimas yang telah membantu menyegarkan dan mendinginkan badan serta pikiran saya selama ini membuat saat siap untuk melanjutkan ke aktifitas berikutnya.

0 comments:

Posting Komentar