Rabu, 01 Februari 2017

Milkshake Adalah Minuman Yang Paling Sering Saya Pesan


Ketika makan diluar, baik di restoran atau tempat makan biasa, ada satu jenis minuman yang sering saya pesan. dan itu adalah "Milkshake",  diantara banyak pilihan rasa, Milkshake favorit yang sering saya pesan adalah strawberry. Saya suka milkshake karena dasarnya saya pecinta susu. Waktu yang sering saya habiskan untuk minum susu adalah malam hari ketika melakukan hobi saya didepan komputer yaitu riset dan pengembangan perangkat lunak.

Bagaimana saya suka milkshake


Milkshake adalah perpaduan rasa yang unik, kentalnya susu dipadu dengan rasa buah yang segar, lebih nikmat lagi jika ditambahkan dengan es. Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan minuman jenis ini, tapi hal tersebut berubah ketika saya pertama kali merasakannya.

sumber : http://aribowo.net/wp-content/uploads/2014/01/waroeng-steak.jpg
Ceritanya saat itu saya masih kuliah S1 semester satu dan ingin merayakan bersama teman saya, perayaan karena pengguna online salah satu website saya tembus 5000 visitor / hari. Tujuannya adalah sebuah salah satu warung steak yang terkenal di Jojga, yaitu "Waroeng Steak and Shake", saya memilih tempat itu karena kebetulan belum pernah merasakan steak dan harga yang ditawarkan juga murah. Dari namanya sudah terlihat ,selain menyediakan steak disana juga menyediakan shake sebagai menu andalan. Setelah memilih dibagian makanan kini waktunya memilih bagian minuman, pilihan saya berakhir pada "Milkshake Strawberry".

5 menit berlalu dan pesanan kami datang, kebiasaan saya adalah menghabiskan makanan  dulu, baru kemudian habiskan minumannya. Sruput, waw nikmat, panduan rasa strawberry dan susunya mantab serta kuat, saking enaknya saya sampai tidak bisa mengontrol kecepatan di sedotan, dan dalam waktu kurang dari 1 menit, isi didalam gelas habis. Tanpa pikir panjang saya memanggil pelayan dan memesan lagi minuman yang sama. Kali ini saya menikmatinya dengan cara berbeda, sedotan lembut agar milkshake membasahi seluruh indera pengecap yang ada di lidah saya, dipadukan dengan kentang goreng yang memang sengaja saya makan di akhir acara sekalian ngobrol bersama teman-teman. Acara ini berakhir dengan perjalanan pulang dan salam di tempat parkir, saya juga memikirkan rencana berikutnya untuk mencoba beberapa varian milkshake lainnya.

Pop Ice idolaku


Setelah kejadian diatas, hari-hari berikutnya saya lebih sering memesan milkshake strawberry dibanding minuman lainnya ketika makan diluar. Tapi ketika sedang dirumah berbeda lagi ceritanya. Ketika tiba waktunya belanja mingguan, pastikan selalu ada Pop Ice di daftar belanjaan. Ada 2 varian rasa yang paling sering saya beli, yaitu rasa strawberry dan cokelat. ada 2 pilihan yang biasa saya gunakan untuk menyajikan Pop Ice, pertama adalah diblender dan kedua dengan cara di kocok (shake). Dari 2 metode tersebut, saya lebih memilih di blender, karena ada busa-busa es yang membuat Pop Ice sedap dipandang apalagi di nikmati. Komposisi yang diberikan Pop Ice persachetnya sangat pas dan cocok untuk gelas berukuran besar, karena Pop Ice tidak meninggalkan ciri khas dari milkshake, yaitu level kekentalan yang lebih kuat daripada minuman biasa.

Pertama kali mengenal Pop Ice

sumber : http://1.bp.blogspot.com/-xrYBnGCtpDU/UvtfIHlL0NI/AAAAAAAAAVs/US8HBhhdOMM/s1600/_MG_1245.JPG

Saya pertamakali mengenal Pop Ice sejak masih SMP, di Ponorogo sekitar tahun 2005. Saat itu ada hiburan tersendiri ketika beli Pop Ice, pertama dari tempat minumnya yang unik, karena biasanya tutup minuman datar, Pop Ice yang saya beli mempunyai tutup berbentuk kubah setenga lingkaran persis seperti pada gambar diatas, tujuannya adalah untuk meletakan beragam toping indah diatas busa es yang tercipta setelah diblender. Saya termasuk orang yang tidak suka dengan toping warna-warni, jadi saya pilih chococips saja sebagai toping, dan dipadukan dengan Pop Ice rasa cokelat. Tapi saya tidak bisa setiap hari membelinya karena keterbatasan uang saku, rata-rata saya beli Pop Ice tersebut tiap 3 minggu sampai 1 bulan sekali. Solusinya agar saya bisa minum Pop Ice disaat yang saya inginkan, cukup mampir ke toko kelontong, dan beli Pop Ice yang diinginkan dalam bentuk sachet, tentu harga yang diberikan lebih murah.

Kembali ke masa sekarang


Okay mari kita kembali ke masa sekarang. Didaerah tempat saya tinggal sekarang banyak ditemukan bisnis warung jus dipinggir jalan. Sebagain besar dari warung jus tersebut menyediakan rangkaian warna warni dan beragam varian rasa Pop Ice di menunya. Tentu kita tahu Pop Ice adalah idolaku dan tentunya idola untuk semua orang. Pop Ice memilki rasa yang kuat, kekentalan yang pas serta tampilan yang tidak meragukan.

Nah bagi kalian yang suka explore dan riset menu Pop Ice, saya menemukan link menarik di Cookpad https://cookpad.com/id/cari/pop%20ice , berhubung saya bukan penyuka kegiatan memasak, link diatas sepertinya cuma masuk ke history browser saya.

0 comments:

Poskan Komentar