Minggu, 20 Januari 2013

Aku Berbatik

Aku berbatik,
kebiasaan ini berawal ketika saya mulai menuntut ilmu di salah satu sekolah tinggi swasta di Yogyakarta, pada awalnya saya tidak terbiasa menggunakan batik ketika ada suatu acara karena membuat saya seolah-olah menjadi orang tua, padahal didalam hati, saya ingin orang-orang menganggap saya sebagai anak kecil, bukan remaja. Baru kemudian setelah UNESCO meresmikan batik sebagai salah satu warisan budaya dari Indonesia dan membuat beberapa pembawa acara di TV menggunakannya sebagai pakaian atau penghias, baru saya sadar batik itu bukan hanya sekedar pakaian untuk orang-orang tua saja, meski begitu saya masih belum mau untuk menggunakan batik.



Hingga pada saat saya memutuskan untuk kuliah, dan kampus tempat saya kuliah memutuskan untuk setiap hari sabtu dan jum'at diharuskan seluruh civitas akdemika menggunakan batik.www.berbatik.com Deg..! , saya kaget karena pada saat itu saya tidak mempunyai koleksi batik satupun.

Untung saja pada saat itu saya masih ditemani orang tua saya, saat itu masih bulan-bilan pertama, jadi saya tidak mencari kos, melainkan tinggal dirumah kaka saya. Dibelikanlah batik pertama saya

warnanya coklat, dan coraknya membuat saya bangga menggunakan batik itu. Karena menggunakan batik, jadi saya bebas untuk menggunakan kemeja keluar, karena pada hari-hari lainnya kampus saya tersebut mewajibkan untuk menggunakan dasi ketika kegiatan kuliah berlangsung, jadi terpaksa kemejanya juga dimasukan. Rasanya berbeda sekali daripada hari-hari biasanya, saat mengenakan batik ini, kepercayaan diri saya menjadi naik.

Tapi itu belum berakhir, untuk hingga kemudian bertubi-tubi saya dibelikan baju batik dari kakak saya, dari sekian banyak yang dibelikan kakak saya ada satu yang paling saya sukai, dan itu adalah "batik Lamongan", kenapa, karena corak itu yang tidak biasa. Dilihat dari corak batik teman-teman saya lainnya, belum pernah kutemui yang memiliki corak seperti batik saya ini, yaitu lingkaran, berbeda dengan batik lainnya yang berupa entah gambar bunga, ataupun objek dari alam lainnya. Memang saya suka menggunakan sesuatu yang berbeda dari punya orang lain, karena menurut saya itu berbeda artinya adalah menang, dan saya menang dengan batik Lamongan.
batik Lamongan saya
Sayapun mulai terbiasa untuk menggunakan batik ketika diundang pada suatu acara formal, nah dengan batik ini saya tidak perlu ribet urusan kemeja masuk atau berdasi, karena batik ini sudah mewakili keformalan orang Indonesia.

Untuk yang keperluan non formal, akupun melakukan pencarian dibeberapa toko batik, yaitu kaos dengan motif batik. Untuk kaos motif batik, saya sudah mempunyai sejak awal, saya membelinya ketika liburan di Bali, keren juga sih lihat motif batik Bali menempel di kaos saya dan saya gunakan jalan. Tapi berbeda ketika masih di tempat asala saya, di Yogyakarta, saya bisa dengan mudah menemukan kaos bermotif batik, apalagi jika jalan-jalan di Jl.mallioboro, banyak sekalli kaos batik berjejeran disana, dana itu menguntungkan saya untuk mengoleksi kaos batik berikutnya.

Tapi saya belum merasa puas dengan batik-batik yang saya miliki, saya pun melakukan pencari secara online.www.berbatik.com Hingga akhirnya menemukan situs www.berbatik.com , disana saya bukan hanya menemukan batik hanya sebagai baju/kaos semata, tapi dibuat lebih, semisal tas, bahkan sampai sepatu. Bagi cewek-cwek terutama yang suka batik , situs ini rekomended sekali, karena lebih banyak batik ceweknya daripada cowoknya, jadi langsung saja ke www.berbatik.com.


0 comments:

Posting Komentar